Tips Mengatasi Situasi “Sarjana Nganggur”

shape
shape
shape
shape
shape
shape
shape
shape
Tips Mengatasi Situasi "Sarjana Nganggur"

Menyandang gelar sarjana bagi banyak orang memang menjadi salah satu kebanggaan tersendiri. Sayangnya, saat pandemi ini banyak orang yang menganggap bahwa menyandang gelar sarjana tapi belum memiliki pekerjaan tetap itu adalah sebuah aib dan hal yang begitu memalukan.
Tenang!
Buat kamu yang sedang atau suatu saat nanti terjebak di dalam situasi “sarjana nganggur” baiknya kamu memahami tips-tips ini :

  1. Jangan termakan gengsi
    Pendidikan dalam mendapatkan gelar sarjana tidak mudah, sering dianggap sudah pasti pintar dan punya pikiran yang serba maju. Dunia kerja berbeda dengan dunia pendidikan. Dalam dunia kerja, pengalaman menjadi nilai utama, sedangkan di dunia pendidikan, pengalaman itu minim didapatkan. Kalian perlu tahu bahwa tidak semua orang pinter itu pasti berpengalaman sehingga mudah mendapatkan pekerjaan.
  2. Mencoba pekerjaan yang dipandang remeh oleh orang lain
    Bagi sebagian orang menganggap seorang sarjana diharuskan untuk bekerja sesuai dengan jurusan atau ilmu yang sudah dipelajari. Padahal jika menengok keadaan zaman sekarang, anggapan seperti itu bisa dibilang sulit untuk diwujudkan. Mencoba pekerjaan lintas jurusan tidak salah, selama itu pekerjaan halal.
  3. Belajar hal baru
    Manusia hakikatnya tidak pernah berhenti untuk belajar. Akan selalu ada hal-hal baru di luar sana yang mungkin tidak kamu ketahui. Tidak ada salahnya belajar hal baru diluar jurusan yang pernah diambil selama pendidikan.
  4. Harus mampu menyesuaikan dengan keadaan
    Kita harus memahami bahwa dunia itu tempat yang kejam di mana seringkali membuat kita kecewa. Tapi memang begitulah adanya, kita tidak bisa memaksakan suatu keadaan menyesuaikan dengan kita, namun kita bisa berusaha untuk tetap bertahan dalam menghadapi suatu keadaan yang ada.
  5. Bekerja keras
    Kamu baru dikatakan pengangguran jika kamu berhenti. Berhenti untuk terus mencari pekerjaan dan berhenti karena putus asa. Namun, saat kamu terus berusaha, kamu sebenarnya adalah seorang pekerja, yaitu pekerja keras. Semua membutuhkan usaha dan doa serta proses menuju kata berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tim CS kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda. Tanya kami apa saja!